BERSAMA KITA LAWAN COVID-19

MULAI SELF CHECKUP COVID-19

SELAMAT TIM BULUTANGKIS UKOR UINSA

UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Menjadi Universitas Islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional.

Sabtu, 28 April 2018

BADMINTON UINSA DOMINASI JUARA IPPBMM VII 2018


Tim Badminton UINSA Berhasil menyumbangkan 3 medali emas di pesta perlombaan Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) VII 2018 di IAIN Purwokerto. Dari empat cabang pertandingan Badminton, UINSA menjuarai kategori Tunggal Putri, Ganda Putra dan Ganda Putri pada event dua tahunan ini.
Cabang Olahraga (cabor) Badminton di IPPBMM kali ini di ikuti 92 atlet dari PTKIN di Jawa, Madura, Sumatera, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat. Terdiri dari 17 atlet cabor tunggal putra, 15 atlet tanggal putri , 30 (15 pasangan) atlet tunggal putra, dan 30 (15 pasangan) atlet tunggal putri. Sistem pertandingan Badminton menggunakan sistem gugur. Jika kalah bertanding maka tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya dan peserta yang memilki kemenangan beruntun menjadi juara cabor Badminton.
Tim Badminton UINSA mengirimkan enam atlet Badminton. Cabang tunggal putra diwakili Satrio Wahyu Pratama, Tunggal Putri Zhinatul Widad, Ganda Putra Muhammad Aqsol Baikhaqi berpasangan dengan Ilham Dwi Pasapati, dan dari ganda putri Maulida Eva Machlifa dengan Sukma Anggraeni.
Dominasi Badminton UINSA sudah terlihat semenjak babak penyisihan. Langkah atlet-atlet UINSA untuk memperoleh kemenangan cukup mudah. Tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri berhasil mengalahkan lawan-lawannya dengan kemenangan 2 set langsung pada babak penyisihan hingga babak final. Hanya di ganda putra perwakilan atlet badminton tunggal putra tidak dapat melanjutkan ke babak selanjutnya, tertahan di babak 16 besar.
Pada babak final Tunggal Putri UINSA bertemu dengan Cintia Isni Mufidah perwakilan IAIN Salatiga dan dimenangkan UINSA dalam 2  set pertandingan. Ganda Putra UINSA berhadapan dengan UIN Banten dan berakhir dengan kemenangan UINSA 2:0. Sementara pasangan Ganda Putri UINSA berhadapan dengan Pasangan UIN Jakarta dengan kemanangan dramatis untuk UINSA 2:0.

Dengan sumbangan 3 medali emas dari tim Badminton. Posisi perolehan medali UINSA naik ke posisi 5 setelah berda di posisi 9. “Cukup baik capaian dari Tim Badminton UINSA, dengan 3 medali emas yang diperoleh Tim Badminton, kami bisa sampai di posisi 5 besar. Ini merupakan kebanggaan bagi kami melihat usaha, semangat pantang menyerah, dan kerja keras para atlet yang mewakili UINSA,” ucap Yuliati Bararah, Ketua Kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sumber: http://www.uinsby.ac.id/

Senin, 23 April 2018

AMANAH TERBESAR UNTUK UKOR UINSA




Satu acara resmi yang diadakan  secara rutin 2 tahun sekali yang mempertemukan PTAIN se-Jawa dan Madura, Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) ke-VII dengan tuan rumah IAIN Purwokerto (22-27/04/18)
Dalam ajang IPPBMM yang diadakan oleh Kementrian Agama ke VI tahun lalu, Ukm Olahraga UIN Sunan Ampel Surabaya (UKOR) hanya berhasil membawa pulang 1 Medali Emas dan 2 Medali Perunggu.
Dengan semangat tanpa batas,  UKOR  memberangkatkan lima cabang olahraga yaitu: Cabang Olahraga Tenis Meja, Cabang Olahraga Catur, Cabang Olahraga Bulutangkis, Cabang Olahraga Futsal dan Cabang Olahraga Volley. Tetep optimis meski mendapatkan tantangan yang berbeda dari tahun lalu Cabang Olahraga Sepakbola kini  berhasil menjadi partisipan baru untu mengharumkan Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya.
Merupakan satu amanah yang sangat besar diberikan oleh Kampus dengan mendelegasikan lebih dari 50%  anggota ukor untuk mengikuti turnamen IPPBMM ke VI, dengan harapan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk UINSA. “Saya berharap bersamaan dengan pulangnya kontingen UIN Sunan Ampel Surabaya, Saya sudah mendapatkan laporan Medali Emas untuk setiap cabang olahraga yang diperlombakan” ujar ibu  Hj. Yuliati Barara S., Ag  selaku Bagian Kemahasiswaan  (19/4)

Senin, 26 Maret 2018

TIM BULUTANGKIS UINSA RAIH JUARA UMUM


Genap 6 hari sudah event besar Lima Regional berakhir, Tim Bukutangkis  UINSA berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan torehan 3 Tropi Emas, 1 Tropi Perak dan 2 Tropi Perunggu, dengan ini bisa dipastikan Tim Bukutangkis UINSA ikut serta dalam laga Lima Nasional di Surakarta dengan wakil 1 Tunggal Putri, 1 Ganda Campuran  dan 1 Tim Beregu Putri yang terlebih dahulu mengantongi tiket menuju Surakarta senin (26/03/18).
Patut kita acungi jempol untuk prestasi yang telah di raih oleh Tim Bulutangkis  UINSA, namun dibalik prestasi yang cukup membanggakan ternyata masih banyak kendala didalamnya, mulai dari gedung tempat berlatih Tim Bulutangkis UINSA, gedung yang menyandang multi fungsi ini terkadang menjadi salah satu kendala karna waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk berlatih jadi tidak bisa karna pengalihan fungsi gedung tersebut, "terlepas dari apapun, ada segi keberuntungan dalam setiap pertandingan, sebenarnya ada UNESA sebagai juara bertahan  tapi entah karna faktor apa UNESA tidak turun di Turnamen ini. Terlepas dari itu, UNAIR dan UBAYA adalah Tim-tim yang terbiasa dengan gelar juara di Surabaya, jadi ini bisa dikatakan kebetulan tetapi kebetulan yang tidak dirancang. Perlu kita tau bahwa selama libur kemarin anak-anak Bulutangkis tidak libur dalam mempersiapkan event Liga Mahasiswa ini tutur IR. Suwidi selaku Pembina sekaligus Manager Bulutangkis UINSA.

Selamat dan terus berjuang untuk tim bulutangkis UINSA, Jangan pernah berpuas diri karna masih banyak yang berada diatas kalian. Juara itu cuma ada satu selebihnya hanyalah posisi. (Mas Gombloh)

Kamis, 22 Maret 2018

TIM BULUTANGKIS PUTRI UINSA SELENGKAH LAGI MENUJU JUARA

Tim Bulutangkis Putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) semakin kukuh di puncak klasemen beregu putri LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (Surabaya Subconference) 2018 usai mengukir kemenangan ketiga dari tiga laga mereka.
Pada hari ketiga pergelaran, Kamis (22/3), para Srikandi UINSA menundukkan Tim Putri Universitas Surabaya (Ubaya) untuk kedua kalinya di turnamen ini.
Seperti pada hari pertama di bawah udara GOR Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, yang hangat, Tim Putri UINSA tampil dingin cenderung tanpa ampun di tiga partai yang mereka lakoni. Tim debutan di LIMA Badminton mampu menang telak atas wakil Ubaya. Dibandingkan dengan pertemuan, marjin keunggulan Maulindah Eva Machlifa dkk. atas Ubaya semakin besar kecuali di gim kedua nomor ganda.

UINSA masih harus memastikan gelar juara di laga pada Jumat (23/3) kontra tuan rumah Unair. Gelar akan berarti tiket ke LIMA Badminton Nationals di Surakarta pada 1-8 Mei mendatang. EJC Surabaya Subconference hanya mengirim satu wakil beregu putri ke LIMA Nationals.
Bagi Ubaya, kekalahan ketiga di kompetisi ini membuat niat mereka mengulangi keberhasilan ke LIMA Badminton Nationals musim mengalami kegagalan. Mereka bahkan bisa mengalami penurunan peringkat dari kedua musim lalu menjadi ketiga jika gagal menang atas Unair di hari penutupan beregu, Sabtu (24/3).

Sumber: IG-ligamahasiswaofficial

Senin, 19 Februari 2018

Tim Futsal Ukor Uinsa tetap Exis di Kota Gadis (Madiun)


MADIUN - Tidak bisa diremehkan lagi. Tim Futsal UIN Sunan Ampel Surabaya  berhasil membawa trofi juara 1 dalam rangka Piala Rektor Cup Universitas PGRI Madiun.


Piala Rektor Cup Universitas PGRI Madiun ini digelar dalam rangka disnatalis Unipma, Gor Cendekia (Madiun),Sabtu (17-03-2018). Setelah mengalahkan tuan rumah dengan skor 5-2 tim futsal Ukor Uinsa melaju ke babak final, sempat bermain diatas angin dalam laga final dengan keunggulan 6-3 namun diparuh waktu kedua tim lawan mencoba melawan dengan tambahan 2 gol dengan hasil akhir 6-5 untuk kemenangan Tim Futsal UIN Surabaya.


Berbeda dengan tahun sebelumnya Tim Futsal Ukor Uinsa mengeluarkan 2 Tim dan hanya bisa melaju sampai dengan babak 8 besar dan semifinal, "tidak banyak perubahan dari skuad Tim Futsal Ukor Uinsa, mungkin hanya adaptasi yang kurang dari Tim Futsal Ukor Uinsa" seru penjaga gawang Ukor Uinsa (Masbanu Rusman).


Senin, 01 Januari 2018

Minggu, 10 Desember 2017

TIM FUTSAL UINSA KEMBALI MENJUARAI KOMPETISI FUTSAL ANTAR MAHASISWA SE-JAWA TIMUR

SURABAYA - Nampaknya dewi fortuna (keberuntungan) sedang berada di Cabang Olahraga Futsal UKOR UIN Surabaya. Setelah bulan November yang lalu berhasil menjuarai Rajawali Cup antar mahasiswa Se-Jawa Timur di Kota Kediri. Kini futsal UKOR kembali berjaya di Kota nya sendiri. Tepatnya di turnamen antar mahasiswa yang diadakan UKM Olahraga Ormabes Universitas Muhammadiyah Surabaya. Turnamen ini sendiri diikuti oleh 32 tim dari berbagai Universitas yang ada di Jawa Timur dengan sistem gugur atau knock-out. Turnamen ini dilaksanakan di Lapangan Futsal Jojoran Surabaya 9-10 Desember 2017.
Dalam gelaran turnamen ini sebenarnya tidak ada target yang terlalu tinggi dari tim sendiri. Banyak pemain kunci yang tidak bisa turun. Tugas kuliah dan UAS, menjadi halangan untuk beberapa pemain mengikuti kegiatan ini. Namun kami percaya tidak ada pemain inti ataupun cadangan. Di tim ini semua sama, semua harus selalu siap saat dibutuhkan. Ini menjadi pembuktian untuk para pemain bahwa semua sama dan layak mendapat kesempatan. Hal itupun dibayar lunas oleh para pemain dengan gelar "JUARA".
Bagi kami tidak ada pertandingan yang mudah. Kami selalu menganggap semua pertandingan adalah final. Di semifinal kami berhasil menumbangkan tim kuat dengan tradisi juara Universitas Surabaya (UBAYA) melalui drama adu penalti. Di partai final kami harus bertemu dengan saudara kita UNIOR UKM Olahraga UIN Maliki Malang. Laga ini terasa langka dan unik bagi kedua tim. Sejarah mencatat dalam berbagai ajang turnamen selalu tidak pernah bisa bertemu. Entah salah satu dari kedua tim pasti ada yang gagal sebelum bertemu. Ini laga yang special, kedua tim bertemu. Dan itu di partai Final.
Alhamdulillah kami berhasil melewati laga final dengan mengalahkan Futsal UNIOR UIN Maliki Malang dengan skor meyakinkan 5 - 1. Meski kami sempat tertinggal di awal babak pertama, akhirnya dengan semangat pantang menyerah dan mental juara pertandingan kami sudahi dengan kemenangan.
Ini menjadi pembelajaran untuk kami, sudah dari beberapa periode tidak mendapat juara I. Di turnamen bergengsi beberapa tahun kami selalu gagal. Tapi satu keyakinan kami, gagal adalah rintangan yang harus dilewati seorang pemenang. Jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi. Dan ketika kita sudah bangkit, tugas masing-masing adalah belajar untuk tidak jatuh lagi. Karna menjaga lebih susah daripada mendapatkan. Salam Olahraga!!! (ERWIN)