Jumat, 26 September 2025

Dominasi di Tiga Kategori, Atlet Bulutangkis UINSA Ukir Sejarah di BUVEJA OPEN 2025

Surabaya, 1 September 2025 ─ Sorak sorai penonton memenuhi GOR Putuk Bambu, UPN Veteran Jakarta, sejak 30 Agustus 2025 lalu. Ajang BUVEJA OPEN 2025 menjadi panggung unjuk gigi para atlet bulutangkis mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Di tengah atmosfer kompetisi yang begitu ketat, kontingen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya tampil percaya diri dan berhasil memborong prestasi di tiga kategori utama: ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.


Pertandingan ganda putra berlangsung seru sejak babak penyisihan. Pasangan Afif dan Fariz tampil solid dengan permainan cepat dan pertahanan rapat hingga akhirnya melaju ke final. Meski harus puas sebagai Juara 2, performa keduanya mendapat apresiasi tinggi karena mampu menyingkirkan lawan-lawan kuat sebelumnya.


Sementara itu, pasangan Viko dan Wahyu juga tak kalah mengesankan. Dengan strategi cerdik dan kekompakan, mereka berhasil menembus semifinal dan mengamankan posisi Juara 3. Hasil ini menjadi bukti bahwa sektor putra UINSA memiliki kedalaman skuad yang sama-sama tangguh.


Di nomor ganda putri, sorotan tertuju pada pasangan Amel dan Fika. Performa keduanya memikat sejak awal, mengandalkan variasi pukulan dan ketenangan di saat kritis. Mereka sukses menembus partai puncak dan meraih Juara 2, sebuah capaian membanggakan di ajang sebesar BUVEJA OPEN 2025.


Tak kalah hebat, pasangan Nabila dan Nadin juga tampil luar biasa. Dengan chemistry yang baik, keduanya berhasil melaju hingga perebutan tempat ketiga dan menutup turnamen dengan gelar Juara 3. Keberhasilan ganda putri ini menambah daftar panjang prestasi UINSA di cabang bulutangkis.


Kategori ganda campuran menghadirkan drama dan kejutan tersendiri. Pasangan Viko dan Nabila menunjukkan kerja sama apik antara kekuatan dan kelincahan, membawa mereka hingga ke final dan meraih Juara 2.


Sementara pasangan Wahyu dan Nadin tak mau kalah. Meski menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman lebih, mereka berhasil menjaga fokus dan strategi hingga mengamankan Juara 3. Kehadiran dua pasangan di podium menegaskan bahwa UINSA memiliki regenerasi atlet campuran yang kuat.


Total enam gelar yang diraih UINSA di BUVEJA OPEN 2025 ini menjadi pencapaian yang sangat berarti. Lebih dari sekadar medali, prestasi ini adalah cermin dari kerja keras, disiplin latihan, serta semangat pantang menyerah para atlet. Dukungan penuh dari pelatih, pengurus Unit Kegiatan Olahraga (UKOR), dan seluruh civitas akademika UINSA turut menjadi energi tambahan bagi tim untuk tampil maksimal.


Menurut salah satu perwakilan dari UINSA, Pak Dicky Wijaya, hasil ini tidak lepas dari proses panjang yang sudah dijalani. Latihan rutin, penguatan mental bertanding, serta solidaritas tim menjadi kunci keberhasilan mereka. “Anak-anak bukan hanya berjuang untuk diri sendiri, tapi membawa nama UINSA. Itu yang membuat mereka tampil dengan semangat luar biasa,” ujarnya.


Capaian di BUVEJA OPEN 2025 diharapkan menjadi batu loncatan bagi bulutangkis UINSA untuk terus berprestasi di level yang lebih tinggi, baik dalam skala nasional maupun internasional. Atmosfer kemenangan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan minat, bakat, dan prestasi di bidang olahraga.


Dengan torehan enam podium dari tiga nomor berbeda, UINSA kembali membuktikan diri sebagai kampus dengan potensi olahraga yang mumpuni, bukan hanya unggul dalam bidang akademik.

0 komentar:

Posting Komentar